Indonesian English
Home » Organisasi PERKEMI » OMA PERKEMI
Kamis, 23 November 2017

Organisasi, Manajemen dan Administrasi PERKEMI

1. Organisasi PERKEMI

a.Susunan organisasi Perkemi berbentuk piramida dimulai dari tingkat tempat latihan (dojo), Kabupaten atau Kota, Provinsi sampai ke tingkat Pusat.

organisasi perkemi

b.Di tingkat Pusat dibentuk Dewan Kehormatan Pusat, Dewan Penyantun Pusat, Badan Pengawas Keuangan Pusat, Dewan Guru, Majelis Sabuk Hitam Pusat, dan Pengurus Besar.
c.Di tingkat Provinsi dibentuk Dewan Kehormatan Provinsi, Dewan Penyantun Provinsi, Badan Pengawas Keuangan Provinsi, Majelis Sabuk Hitam Provinsi, dan Pengurus Provinsi.
d.Di tingkat Kabupaten atau Kota dibentuk Dewan Kehormatan Kabupaten atau Kota, Dewan Penyantun Kabupaten atau Kota, Majelis Sabuk Hitam Kabupaten atau Kota, dan Pengurus Kabupaten atau Kota.
e.Di tingkat tempat latihan (Dojo) dibentuk Dewan Kehormatan Dojo, Dewan Penyantun Dojo, Majelis Sabuk Hitam Dojo, dan Pengurus Dojo.
f.Mekanisme tertib organisasi dalam bentuk : Musyawarah Persaudaraan Nasional, Rapat Persaudaraan Nasional, Dewan Kehormatan, Dewan Penyantun, Badan Pengawas Keuangan, Dewan Guru, Majelis Sabuk Hitam, dan Pengurus Besar, termasuk Komisi-Komisinya, dan Manajemen Pertandingan-Kejuaraan Kempo.

Wilayah kerja Perkemi adalah sebagai berikut:

a.Wilayah kerja di tingkat Pengurus Besar adalah seluruh wilayah hukum Negara Republik Indonesia.
b.Wilayah kerja di tingkat Pengurus Provinsi adalah seluruh wilayah hukum dari Provinsinya.
c.Wilayah kerja di tingkat Pengurus Kabupaten atau Kota adalah seluruh wilayah hukum dari Kabupaten atau Kotanya.
d.Wilayah kerja di tingkat Pengurus Dojo adalah mengkordinasikan dan membawahi setiap kegiatan Perkemi dan setiap anggota yang terdaftar di Dojonya.


2. Manajemen PERKEMI

Di dalam organisasi PERKEMI berdasarkan ketentuan dari AD dan ART yang berlaku yang merupakan hasil dari Mupernas XI Tahun 2007 di Yogyakarta, terdapat 2 (dua) unsur utama manajemen yang dijalankan:

1)  manajemen yang berhubungan dengan kegiatan organisasi dan administrasi
2)  manajemen yang berhubungan dengan kegiatan latihan, pertandingan dan kejuaraan Kempo.

Organisasi PERKEMI mempunyai kekhususan yang mungkin tidak dimiliki atau diisyaratkan oleh organisasi induk olahraga yang lain, yaitu baik di tingkat PB maupun Pengprov, Pengkab atau Pengkot, dan Pengdo, beberapa posisi manajemen harus diisi oleh seorang Kenshi, yaitu anggota biasa yang mempelajari seni beladiri Kempo.

Yang dimaksudkan dengan unsur manajamen di dalam organisasi PERKEMI adalah setiap organ PERKEMI yang menjalankan fungsi dan tugas pengelolaan organisasi yang mencakup satu atau kedua unsur diatas sesuai dengan tingkatannya, yaitu di tingkat Pusat, tingkat Provinsi, tingkat Kabupaten atau Kota, dan tingkat Dojo.


3. Administrasi PERKEMI

Sejak awal pendiriannya PERKEMI telah menciptakan dan memberlakukan sistim administrasi standar untuk dipergunakan oleh setiap tingkatan kepengurusan mulai dari tingkat Pusat (PB), Provinsi (Pengprov), Kabupaten (Pengkab) atau Kota (Pengkot) dan Dojo (Pengdo). Hingga tahun 2007 sistim administrasi PERKEMI tersebut telah mengalami beberapa perubahan dan penyempurnaan.

Maksud dan tujuan diberlakukannya secara nasional tertib sistim administrasi dari sejak awal, dan terus disempurnakan dan dilengkapi, adalah untuk menciptakan dan memberlakukan suatu sistim administrasi yang standar/seragam, sederhana, mudah dimengerti, dan dilaksanakan, dan pelaksanaannya dilakukan dengan konsisten.

Beberpa hal yang menyangkut standarisasi administrasi PERKEMI antara lain :

1.Formulir standar PERKEMI ; 29 formulir standar
2.Surat menyurat (korespondensi) PERKEMI ;
a)Pembuatan kop surat dan amplop
b)Pembuatan stempel
c)Penomoran surat menyurat
3.Penerimaan dan Prosedur Penerimaan Anggota PERKEMI
4.Laporan Registrasi dan Kegiatan
5.Mutasi Kenshi (anggota)
6.Ujian Kenaikan Tingkat
7.Seragam dan Sabuk Kenshi
8.Pembuatan dan Pemakaian Nama pada Seragam Kenshi
9.Pemakaian Badge
10.NIK dan Kartu Anggota
11.Sertifikat Tingkatan
12.Iuran dan Uang Pangkal
13.Pemakaian Hymne dan Mars PERKEMI


4. Biaya Administrasi PERKEMI

Untuk menjalankan roda organisasi PERKEMI telah memberlakukan biaya standar administrasi bagi anggotanya dan tata cara distribusinya dengan tujuan eksistensi  organisasi dapat dipertahankan tanpa adanya masalah pendanaan. Biaya administrasi yang dipungut dari kenshi yang menjadi anggota PERKEMI berupa : iuran dan uang pangkal.

Iuran anggota merupakan salah satu landmark dari suatu organisasi, yang dapat dipakai sebagai tolak ukur didalam menilai disiplin dan kepatuhan dari para anggotanya. Apabila pembayaran iuran bulanan lancar dan konsisten, pasti dapat dikatakan bahwa organisasi itu adalah organisasi yang baik dan dicintai oleh para anggotanya, sebab mana mungkin  para anggota itu dengan kesadaran sendiri memenuhi kewajibannya kalau organisasinya tidak baik dan tidak menjalankan tugas dan fungsi dengan semestinya.

Adapun mengenai iuran anggota, uang pangkal (biaya pendaftaran) dan iuran yudansha telah diatur dalam TODA sebagai berikut :

a)Setiap calon anggota diwajibkan membayar uang pangkal (biaya pendaftaran) minimal sebesar Rp. 25.000,- (duapuluh lima ribu rupiah).
b)Penentuan besarnya uang pangkal yang dipungut untuk suatu Kabupaten atau Kota dan/atau Dojo yang  melebihi jumlah sebagaimana point a) diatas ditentukan oleh Pengprov yang berkepentingan dengan mempertimbangkan dengan seksama segala faktor yang berhubungan dan selanjutnya memberitahukan keputusan tersebut kepada setiap Pengkab, Pengkot dan Pengdo yang ada diwilayah kerjanya, dan harus dilaporkan kepada PB paling lambat 7 (tujuh) hari kalender terhitung tanggal keputusan.
c)Ketentuan mengenai distribusi uang pangkal adalah diatur sebagai berikut :
1. PB30%
2. Pengprov10%
3. Pengkab atau Pengkot
10%
4. Pengdo 
50%
d)Iuran anggota per bulan jumlahnya minimal sebesar Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah).
e)Penentuan besarnya iuran untuk setiap Kabupaten atau Kota dan/atau Dojo akan ditentukan oleh Pengprov yang berwenang, dengan mempertimbangkan secara seksama segala faktor yang berhubungan dan selanjutnya memberitahukan keputusan tersebut kepada setiap Pengkab, Pengkot dan Pengdo yang ada diwilayah kerjanya, dan harus dilaporkan kepada PB paling lambat 7 (tujuh) hari kalender terhitung tanggal keputusan.
f)Ketentuan mengenai distribusi iuran anggota adalah diatur sebagai berikut :
1. PB10%
2. Pengprov15%
3. Pengkab atau Pengkot15%
4. Pengdo60%
g)Setiap Yudansha wajib membayar iuran Yudansha kepada PB, yang jumlahnya ditentukan sebesar Rp. 20.000,- (dua puluh ribu rupiah) per bulan sesuai SK No. 217/SK-PB/I/2013 tanggal 18 Januari 2013.
h)Semua iuran Yudansha dikirim langsung ke Rekening PB yang ditentukan dan diberitahukan oleh PB.

Sumber : Disarikan dari Buku OMA PERKEMI (Edisi 2007)

Profil Perkemi

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Data Kenshi

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Komunitas

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Alamat Perkemi

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Advertisement

geokuliner memetakan lidah