Indonesian English
Home » Artikel » Keolahragaan » Fisiologi dan Kesehatan Olahraga - Fisiologi-2
Sabtu, 20 Januari 2018

Fisiologi dan Kesehatan Olahraga - Fisiologi-2

Indeks Artikel
Fisiologi dan Kesehatan Olahraga
Fisiologi-1
Fisiologi-2
Fisiologi-3


PRINSIP LATIHAN OLAHRAGA

 

Rancangan olahraga  harus  mengikuti prinsip latihan  yang telah dikemukakan oleh beberapa ahli, dan secara ringkas dapat diurai menjadi:

1.Prinsip Beban Berlebih (Overload)
Dengan beban  berlebih, memaksa otot untuk berkontraksi maksimal, sehingga merangsang adaptasi fisiologis yang akan mengembangkan kekuatan dan daya tahan. Dengan pemulihan yang baik, tubuh akan kembali pada kondisi kebugaran yang lebih tinggi dari pada sebelum latihan.
2.Prinsip Tahanan Progresif
Semakin maju, beban semakin ditingkatkan. Dengan cara ini otot selalu bekerja pada daerah beban berlebih (overload zone). Setiap program latihan kebugaran dan kondisioning akan sangat efektif apabila secara rutin latihan bertambah berat untuk setiap minggu atau dua minggu. Prinsip ini didasarkan pada kenyataan bahwa tubuh akan selalu beradaptasi dengan keadaan atau stres yang baru (Hairy, 1989).
3.Prinsip Susunan Latihan
Kelompok otot yang lebih besar harus dilatih sebelum kelompok otot yang lebih kecil. Otot yang lebih kecil cenderung lebih cepat lelah, sehingga untuk menjamin terjadinya beban berlebih pada otot besar, otot tersebut harus dilatih sebelum otot yang lebih kecil lelah. Sebagai contoh: otot kaki dan panggul harus dilatih sebelum otot lengan. Untuk menjamin waktu pemulihan, tidak boleh ada latihan berurutan yang melibatkan kelompok otot yang sama (Fox, 1984).
4.Prinsip Spesifitas
Teori SAID (Specific Adaptation to Improve Demand) dari O'Shea mengatakan bahwa tubuh hanya beradaptasi secara khusus terhadap beban yang diberikan. Dengan demikian beban latihan harus disesuaikan dengan tujuan (O'Shea, 1976).
5.Prinsip Latihan Beraturan
Untuk memberi adaptasi pada tubuh, harus dilakukan latihan yang teratur.
6.Prinsip Kembali Asal
Efek latihan akan hilang jika latihan tidak teratur atau bahkan berhenti. Daya tahan aerobik akan menurun setelah satu minggu tidak latihan, sedangkan kekuatan otot akan menurun setelah satu bulan tidak latihan.
7.Prinsip individualitas
Pada dasarnya beban latihan harus diberikan sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan seseorang. Dengan demikian melakukan pemeriksaan dan pengukuran awal merupakan hal yang mutlak.
8.Prinsip Beragam
Kebosanan dalam berlatih merupakan fenomena yang paling sering dikeluhkan oleh pelaku olahraga. Perlu dilakukan variasi dalam latihan baik jenis, metoda maupun suasana berlatih. Musik dapat membuat suasana latihan menyenangkan.


Hal-hal yang sering terjadi pada saat latihan

Apabila pada saat latihan denyut jantung mendadak naik atau mendadak turun, berarti latihan yang dilakukan melampaui takaran, kurangilah intensitasnya. Demikian pula apabila timbul rasa nyeri di dada. Apabila ada rasa pusing, kepala terasa ringan dan keluar keringat dingin, itu pertanda otak kurang mendapat cukup darah. Tetaplah bergerak dengan intensitas yang lebih rendah (Teitz, 1989). Apabila sehari setelah latihan masih ada rasa capai yang sangat, berarti latihannya terlalu keras, kurangi intensitas latihan berikutnya. Demikian pula apabila malam setelah latihan menjadi sulit tidur. Apabila pada menit-menit pertama menjalankan latihan terasa sesak nafas, maka tambahlah pemanasan pada latihan berikutnya. Jangan lupa untuk tetap minum, baik sebelum, selama maupun sesudah latihan (McArdle, 1986).

Ada baiknya diingat kembali delapan pesan kepada orang tua sewaktu diselenggarakan Kursus Kesehatan Olahraga pada tahun 1974 di Jakarta.

1.Kegiatan olahraga memelihara dan meningkatkan kesehatan serta menjamin "a healthy way of life".
2.Kegiatan olahraga berpengaruh baik terhadap tabiat dan kepribadian anak, antara lain: meningkatkan kepercayaan terhadap diri sendiri, disiplin, will-power, keberanian dan lain-lain.
3.Kegiatan olahraga dapat mengembangkan kualitas fisik, seperti: kekuatan, skill, kecepatan dan daya tahan.
4.Kegiatan olahraga dapat memberi kepuasan terhadap keinginan anak untuk bergerak dan bermain, menciptakan suasana gembira, meningkatkan kemampuan dan kesegaran fisik serta membangkitkan hasrat yang besar untuk tetap melakukan kegiatan olahraga.
5.Kegiatan olahraga dapat menciptakan keseimbangan yang serasi antara jasmani dan rohani. Hal ini memberikan efek yang sangat baik terhadap pendidikan anak di sekolah.
6.Kegiatan olahraga akan mendorong dan memupuk kerjasama dalam kelompok, bahkan juga dapat dan mau menghargai orang lain.
7.Kegiatan olahraga dapat mendorong anak untuk memanfaatkan waktu senggang dengan kegiatan yang bermanfaat bagi pengembangan fisik dengan latihan olahraga.
8.Kegiatan olahraga dapat membantu mengembangkan motor ability, sehingga pelatih akan lebih mudah membimbing anak menjadi olahragawan yang baik dan berprestasi.


Profil Perkemi

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Data Kenshi

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Komunitas

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Alamat Perkemi

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com